Implementation of the Independent Learning Curriculum in Class X at SMKN 1 Sungai Raya Kubu Raya in the Subjects of Islamic Religious Education and Character
Keywords:
Implementation, Free Learning Curriculum, Class X, Islamic And Religional EducationAbstract
Abstract: SMKN 1 Sungai Raya is a state vocational secondary school. The free learning curriculum has been implemented in SMKN 1 Sungai Raya. At SMKN 1 Sungai Raya, taking advantage of the diversity of pupils becomes a challenge for teachers. Especially in class X on PAIBP subjects, students with an organizational background tend to dominate learning activities, while students with no organizational backdrop tend to be passive. This prevents teachers from being more innovative and creative in teaching. The purpose of this study is to explain the preparation of independent learning curriculum for PAIBP subjects in class X SMKN 1 Sungai Raya, to explain implementation of the independent learning Curriculum to PAIBB subjecten in class X SMKN 1 Sungai Raya, and to explain assessment of independent study curriculums for PAIPB Subjects at class X SMKN 1. This study is a case study using a qualitative approach. Data collection techniques use observations, interviews, and documentation. However, for data analysis, Miles, Huberman, and Saldana use interactive techniques such as data condensation, data display, and inference. (drawing conclusions). The results of this study show that the application of an independent curriculum in class X SMKN 1 Sungai Raya on subjects of Islamic Religious Education and Budi Pekerti includes planning, in which teachers understand CP, formulate TP, make ATP, and plan learning and assessment, implementation, learning carried out by teachers in different ways, and assessments, performed by educators using diagnostic, formative and summative assessments.
Keywords: Implementation, Free Learning Curriculum, Class X, Islamic And Religional Education
Abstrak: SMKN 1 Sungai Raya adalah sekolah menengah kejuruan negeri. Kurikulum belajar bebas sudah diterapkan di SMKN 1 Sungai Raya. Kurikulum belajar merdeka diterapkan di SMKN 1 Sungai Raya karena sesuai dengan rekomendasi pemerintah dan menyesuaikan dengan dinamika pendidikan. Di SMKN 1 Sungai Raya, memanfaatkan keanekaragaman peserta didik menjadi tantangan bagi guru. Khususnya di kelas X pada mata pelajaran PAIBP, siswa yang memiliki latar belakang organisasi cenderung mendominasi kegiatan pembelajaran, sedangkan siswa yang tidak memiliki latar belakang organisasi cenderung pasif. Hal ini menghalangi guru untuk menjadi lebih inovatif dan kreatif saat mengajar. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan persiapan kurikulum merdeka belajar untuk mata pelajaran PAIBP di kelas X SMKN 1 Sungai Raya, untuk menjelaskanpelaksanaan kurikulum merdeka belajar untuk mata pelajaran PAIBP di kelas X SMKN 1 Sungai Raya,dan untuk menjelaskan assesmen kurikulum merdeka belajar untuk mata pelajaran PAIBP di kelas X SMKN 1 Sungai Raya. Penelitian ini merupakan studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Namun, untuk analisis data, Miles, Huberman, dan Saldana menggunakan teknik interaktif seperti kondensasi (data condensation), penyajian (data display), dan penarikan kesimpulan (drawing conclusions). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka di kelas X SMKN 1 Sungai Raya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti meliputi perencanaan, di mana guru memahami CP, merumuskan TP, membuat ATP, dan merencanakan pembelajaran dan assesmen, pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan oleh guru dengan cara yang berbeda, dan assesmen, yang dilakukan oleh pendidik dengan menggunakan assesmen fdiagnostik, formatif dan summatif.
Kata Kunci: Pelaksanaan, Kurikulum Merdeka Belajar, Kelas X, Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ali Wafi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





