Perbedaan Implementasi Konseling Kelompok Realita Dan Konvensional Untuk Membantu Siswa Mengurangi Kecanduan Bermain Game Online
Keywords:
Konseling kelompok realita, kecanduan game online, konseling kelompok konvensional, Quasi Experimental Design, siswa SMPAbstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah tingginya kecanduan bermain game online pada siswa sekolah menengah pertama, khususnya di MTs Sunan Kalijaga, Ledokombo, Jember, yang dapat mengganggu prestasi belajar dan kehidupan sosial mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok realita dalam mengurangi kecanduan bermain game online serta membandingkan dengan metode konseling kelompok konvensional. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan non-equivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa kelas VII dan VIII yang memiliki skor kecanduan bermain game online tinggi, dibagi ke dalam kelompok eksperimen (mendapat konseling kelompok realita) dan kelompok kontrol (mendapat konseling kelompok konvensional). Pengumpulan data dilakukan melalui angket kecanduan bermain game online yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor pre-test dan post-test dalam masing-masing kelompok serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan kecanduan bermain game online yang signifikan setelah mendapatkan perlakuan. Namun, kelompok eksperimen yang menerima konseling kelompok realita menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok kontrol (p=0,004). Hal ini menandakan bahwa konseling kelompok realita lebih efektif dalam membantu siswa mengurangi kecanduan bermain game online. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan konseling kelompok realita dapat menjadi alternatif intervensi yang lebih efektif dibanding konseling kelompok konvensional untuk mengurangi kecanduan bermain game online pada siswa SMP. Rekomendasi disampaikan agar konselor sekolah mempertimbangkan penggunaan konseling kelompok realita untuk membantu siswa yang mengalami kecanduan game online.