PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH DENGAN MENGGUNAKAN 3 METODE STATISTIK

Authors

  • Robbi Harisman Universitas Bondowoso

Keywords:

Air, Proyeksi, Kebutuhan, Singojuruh

Abstract

Dalam setiap aktifitas manusia mutlak membutuhkan air bersih. Semakin besar pertumbuhan penduduk maka semakin besar pula akan kebutuhan air bersih. Kecamatan Singojuruh merupakan salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi – Jawa timur. Jumlah penduduk Kecamatan Singojuruh pada tahun 2024 sebesar 53,600 Jiwa.Untuk memenuhi cakupan pelayanan hingga 90% maka diperlukan analisis kebutuhan air dengan metode proyeksi penduduk yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan besar kebutuhan air dengan 3 metode statistik, menentukan metode yang dapat digunakan untuk suatu perencanaan penyediaan air dan kontrol cakupan pelayanan di suatu daerah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi – Indonesia.Proyeksi penduduk dilakukan dengan menggunakan 3 metode satistik yaitu metode Aritmatik, Metode Geometrik dan Metode Least Square. Jumlah penduduk tertinggi pada akhir tahun proyeksi didapat dari hasil perhitungan dengan Metode Geometrik yaitu sebesar 71,473 Jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terrendah yaitu hasil dari perhitungan dengan Metode Aritmatik yaitu 66,948 Jiwa. Porsentase pertumbuhan penduduk tertinggi didapat dari hasil perhitungan dengan Metode Geometrik yaitu 1,49 % sedangkan angka pertumbuhan penduduk terrendah yaitu hasil dari perhitungan dengan Metode Aritmatik yaitu sebesar 1,47%. Hasil perhitungan deviasi standart terkecil didapat dari metode Aritmatik dengan nilai 2,556. Untuk keperluan dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih, penentuan perhitungan kebutuhan air menggunakan hasil proyeksi penduduk dengan Metode Aritmatik karena memiliki Deviasi standart terkecil dibanding dengan Metode Geometrik dan Least Square. Hasil perhitungan proyeksi kebutuhan air pada tahun 2025- 2039 dengan mengacu pada 3 metode proyeksi penduduk. Hasil kebutuhan air di akhir periode dengan metode Aritmatik sebesar 82.64 L/det, Metode Geometrik sebesar 88.22 L/det, dan Metode Least Square sebesar 83.37 L/det. Hasil kebutuhan air terbesar didapat dengan Metode Geometrik dan hasil kebutuhan air terkecil didapat dengan Metode Aritmatik. Hal ini selaras dengan pertumbuhan penduduk yang terjadi. Semakin besar pertumbuhan penduduk maka semakin besar pula kebutuhan air. Manfaat dari penelitian ini pada suatu instansi dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dokumen rencana induk sistem penyediaan air minum (RISPAM). Dengan data kebutuhan air pada penelitian ini maka akan mempermudah untuk membuat
desain perencanaan air bersih.

Downloads

Published

2025-09-21