Batas Intervensi Mertua dalam Rumah Tangga Anak (Analisis Integratif Fikih, Maqasid al-Syari’ah, dan Psikologi)
Keywords:
intervensi mertua, fikih Islam, Maqasid al-Syari’ah, psikologi keluarga, kajian pustakaAbstract
AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis batas intervensi mertua dalam rumah tangga anak melalui perspektif integratif fikih Islam, Maqasid al-Syari’ah, dan psikologi keluarga. Isu ini menjadi penting karena keterlibatan keluarga besar dapat berfungsi sebagai sumber dukungan sekaligus berpotensi memicu konflik apabila melampaui batas otonomi pasangan. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka integratif (integrative literature review) dengan desain kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah, buku akademik, dan dokumen relevan yang diterbitkan pada periode 2020-2025 dari berbagai basis data akademik bereputasi. Literatur yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis tematik untuk mengidentifikasi konsep, pola, serta hubungan antarperspektif. Hasil kajian menunjukkan tiga bentuk utama intervensi mertua, yaitu intervensi suportif, intervensi dominatif, dan intervensi korektif. Intervensi suportif dan korektif dinilai selaras dengan prinsip kemaslahatan selama bertujuan melindungi kepentingan keluarga tanpa menghilangkan hak pasangan dalam mengambil keputusan, sedangkan intervensi dominatif berpotensi melemahkan batas keluarga (family boundaries), meningkatkan konflik perkawinan, dan bertentangan dengan tujuan Maqasid al-Syari’ah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian hukum keluarga Islam melalui integrasi pendekatan normatif dan psikologis dalam memahami batas legitimasi intervensi mertua. Temuan ini memiliki implikasi bagi pengembangan teori hukum keluarga Islam, praktik konseling keluarga, serta penyusunan program pembinaan keluarga berbasis kemaslahatan. Penelitian selanjutnya disarankan menguji kerangka konseptual ini melalui studi empiris pada berbagai konteks sosial dan budaya.
References
Anas, A., & Zuhdi, A. (2026). Role of Tengganai in Resolving Domestic Conflicts: A Maqashid Shariah Analysis. International Journal of Multidisciplinary Research of Higher Education, 9(3), 563–574. https://doi.org/10.24036/ijmurhica.v9i3.583
Ansari, N., Pitts, L., & Wilson, C. (2025). An online approach to teaching graduate nursing students to write integrative literature reviews: Examples from two published cases. Nurse Education in Practice, 82, 104241. https://doi.org/10.1016/j.nepr.2024.104241
Hadiyansyah, D., Hunaida, W. L., & Anasy, Z. (2025). Vitalizing Marital Harmony: Rethinking the Dominance of Fiqh in Cultivating Sakinah Relationships in Indonesia. International Journal of Islamic Studies and Humanities, 8(2), 118–135.
MUHAMMAD SAMSIDIN. (2026). MENTAL AND PHYSICAL RESILIENCE TO BUILD FAMILY HARMONY FROM THE PERSPECTIVE OF THE MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS’ SAKINAH FAMILY (A. In STATE ISLAMIC UNIVERSITY MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG (Vol. 13, Number 1). https://www.preventionweb.net/news/preliminary-report-february-6-2023-earthquakes-turkiye
Page, M. J., McKenzie, J. E., Bossuyt, P. M., Boutron, I., Hoffmann, T. C., Mulrow, C. D., Shamseer, L., Tetzlaff, J. M., Akl, E. A., Brennan, S. E., Chou, R., Glanville, J., Grimshaw, J. M., Hróbjartsson, A., Lalu, M. M., Li, T., Loder, E. W., Mayo-Wilson, E., McDonald, S., … Moher, D. (2021). The PRISMA 2020 statement: an updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, n71. https://doi.org/10.1136/bmj.n71
Pietromonaco, P. R., & Overall, N. C. (2022). Implications of social isolation, separation, and loss during the COVID-19 pandemic for couples’ relationships. Current Opinion in Psychology, 43, 189–194. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2021.07.014
Razak, D. A., Efendi, F., Candra, A., & Suarni, L. (2026). Maqashid Sharia and Penal Mediation in Achieving the SDGs : A Study of Domestic Violence. Profetika: Jurnal Studi Islam, 27(3). https://doi.org/https://doi.org/10.23917/profetika.v27i03.14649
Subrata, T., & Sumirat, I. R. (2026). The Application of Restorative Justice in Family Conflict Resolution from the Perspective of Islamic Family Law. TIJOSC, 12–18. https://doi.org/https://doi.org/10.61806/al-tatawur.v4i2.119
Sukri, A., & Fauzan, A. (2025). Maqasid Al-Shariah and Child Protection: A Holistic Approach to Preventing Early Marriage. KARSA Journal of Social and Islamic Culture, 33(2). https://doi.org/10.19105/karsa.v33i2.21696
Williamson, H. C., Thomas, C. R., Chen, P. H., Urganci, B., Alonso-Ferres, M., & Valor-Segura, I. (2026). Relationship Attributions Are Not Universal: Cultural Variation in Levels and Links With Satisfaction. Journal of Cross-Cultural Psychology, 1–15. https://doi.org/10.1177/00220221261468380
Younas, A., Shahzad, S., & Inayat, S. (2022). Data Analysis and Presentation in Integrative Reviews: A Narrative Review. Western Journal of Nursing Research, 44(12), 1124–1133. https://doi.org/10.1177/01939459211030344
Zulfan, Yolanda, M. I., Firdaus, Azwar, Z., & Ajim, Z. A. H. (2025). Reframing Maṣlaḥah for Interfaith Family Conflict Resolution: The Case of Chinese-Muslim Households in Indonesia. Juris: Jurnal Ilmiah Syariah, 24(1), 153–164. https://doi.org/10.31958/juris.v24i1.13059


